“Jejak Sejarah Kediri Kembali Terkikis, Arca Durga Ratusan Tahun Hilang Dicabut dari Situsnya”, Kini Jadi Atensi Prioritas OK dan APH

waktu baca 3 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 19:33 16 Totok Wahyono

KEDIRI — Sebuah benda cagar budaya berupa arca kuno yang diidentifikasi sebagai Patung Durga dilaporkan hilang dari situs asalnya di kawasan Perkebunan Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pada Sabtu (19/9/2026). Hilangnya aset sejarah bernilai tinggi ini memicu respons cepat dari otoritas kebudayaan (OK) dan kepolisian (APH) setempat yang langsung menetapkan kasus ini sebagai atensi prioritas.

Peristiwa hilangnya arca bermotif Hindu-Jawa tersebut pertama kali diungkapkan oleh komunitas Pelestari Sejarah Budaya Kadhiri (PASAK). Perwakilan PASAK, Oki, melaporkan temuan tersebut kepada Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK3), Imam Mubarok, setelah ia melakukan peninjauan lapangan pada Sabtu sore.

Menurut Oki, dirinya sempat mendokumentasikan Patung Durga tersebut dalam kondisi utuh pada 16 Desember 2025. Namun, saat kembali ke lokasi yang sama, situs tersebut sudah dalam keadaan kosong.

“Pada 16 Desember 2025 saya masih memotret Patung Durga itu di lokasi. Hari ini, pukul 16.46 WIB, ketika saya kembali ke sana, patung tersebut sudah hilang dari tempatnya,” kata Oki dalam laporan resminya kepada DK3.

Secara morfologis, arca ini memiliki keunikan langka dengan posisi tribhaṅga yakni sikap tubuh menekuk anggun menyerupai huruf S yang menjadi ciri khas visual tradisi seni pahat Hindu-Jawa purba. Kendati demikian, periodisasi detail, status hukum, serta nilai arkeologis menyeluruh dari objek ini masih memerlukan kajian teknis lebih lanjut oleh tim ahli purbakala.

Ketua DK3, Imam Mubarok, yang akrab disapa Gus Barok, bergerak cepat melakukan konfirmasi ke pihak keamanan Perkebunan Jengkol begitu menerima laporan. Petugas keamanan setempat, Titus dan Asep, membenarkan hilangnya arca tersebut.

Berdasarkan kesaksian Jumani, petugas kebersihan yang pertama kali menyadari kejanggalan di area situs pada Sabtu pagi, arca tersebut diduga kuat telah dicabut secara paksa dari tanah.

“Informasi yang kami terima, pagi tadi patung itu sudah tidak ada. Dari kondisi di tempat kejadian perkara (TKP), patung tersebut disebut telah dicabut,” ujar Asep.

Menyikapi hilangnya manifestasi sejarah Kediri ini, Gus Barok langsung meneruskan laporan kepada Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, S.Sos., M.M. Pihak Disparbud menegaskan akan segera mengambil langkah hukum dan berkoordinasi secara formal dengan aparat kepolisian.

Di sisi lain, Kapolres Kediri AKBP Dr. Muh. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si., langsung memberikan respons tegas. Ia meminta pihak terkait untuk segera melayangkan laporan resmi agar proses penyelidikan dan olah TKP bisa langsung berjalan.

“Segera membuat laporan, bisa di Polsek maupun Polres. Ini menjadi atensi prioritas kami,” tegas AKBP Muh. Wahyudin Latif.

Gus Barok menekankan bahwa penanganan kasus ini harus berpacu dengan waktu. Langkah mendesak yang perlu dilakukan saat ini adalah menjaga sterilisasi TKP, mengamankan barang bukti berupa dokumentasi foto, memeriksa saksi-saksi, serta memperketat pengamanan terhadap sisa-sisa peninggalan sejarah lain yang masih tersebar di kawasan Perkebunan Jengkol.

“Yang paling mendesak sekarang adalah memastikan lokasi tidak berubah, mengumpulkan dokumentasi dan keterangan saksi, serta melakukan penelusuran secepat mungkin. Kalau benar objek ini merupakan tinggalan arkeologis, kehilangan ini bukan sekadar hilangnya sebuah benda, tetapi hilangnya bagian dari jejak sejarah Kediri,” pungkas Gus Barok.

Hingga Sabtu malam, pelaku, waktu pasti eksekusi pencurian, maupun keberadaan terkini arca Durga tersebut masih misterius. Kepastian mengenai motif kriminalitas dan status arkeologis objek menunggu penyelidikan menyeluruh dari Satreskrim Polres Kediri dan instansi purbakala berwenang. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA