Pangkas Pengeluaran Gas Warga Sidoarjo hingga 40 Persen, Jargas 7.223 Rumah Tangga Resmi Beroperasi

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 18:54 16 Totok Wahyono

SIDOARJO — Program jaringan gas (jargas) bumi rumah tangga di Kabupaten Sidoarjo resmi beroperasi. Langkah strategis hasil kolaborasi pemerintah pusat dan daerah ini sukses menekan pengeluaran dapur warga hingga 40 persen dibandingkan penggunaan LPG tabung.

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh pemerintah pusat terhadap percepatan program jargas ini. Menurutnya, program energi berkeadilan ini memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan program Bapak Presiden. Ini adalah program kerakyatan yang langsung menyentuh dan meringankan beban dapur masyarakat,” ujar Subandi saat meresmikan pengoperasian jargas di Desa Kalipecabean, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Jumat (18/9/2026).

Subandi merinci, jika biasanya sebuah rumah tangga menghabiskan tiga tabung LPG per bulan dengan estimasi biaya Rp60.000 hingga Rp65.000, kini dengan jargas mereka hanya perlu membayar sekitar Rp30.000 hingga Rp35.000 per bulan.

Melihat dampak positif tersebut, Pemkab Sidoarjo berencana mengajukan perluasan jaringan baru pada 2027 mendatang ke wilayah Krian dan Tropodo dengan target 10.500 sambungan rumah (SR). Saat ini, total bantuan jargas yang terealisasi mencapai 7.223 SR yang tersebar di wilayah Waru dan Candi.

Di lokasi yang sama, Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, memuji gerak cepat jajaran Pemkab Sidoarjo dalam memfasilitasi pembangunan infrastruktur gas bumi ini di lapangan.

“Dalam waktu singkat, semuanya bisa berjalan lancar berkat dukungan penuh dari kementerian terkait dan utamanya sinergi dari Bupati Sidoarjo,” ungkap Dudung.

Meski demikian, Dudung mengingatkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk terus menjaga keandalan pasokan seiring bertambahnya pelanggan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses instalasi pipa jargas ke rumah warga tidak dipungut biaya sepeser pun.

“Pemasangan jaringan pipa ini gratis. Jika ada oknum yang meminta biaya atau memanfaatkan situasi ini, segera laporkan ke pihak berwajib,” tegas Mantan Kasad tersebut.

Manfaat ini diakui langsung oleh Linda, salah seorang warga Desa Kalipecabean. Ia mengaku pengeluaran bulannya untuk bahan bakar memasak turun drastis.

“Dulu beli LPG tiga tabung bisa habis Rp70.000 sebulan. Sekarang pakai jargas cuma sekitar Rp40.000 sampai Rp45.000. Sangat terasa hematnya, bisa sampai setengahnya,” pungkas Linda. (tofa)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA