Misteri Galian Benjeng Cerme, Kabel Telkom Dijarah, Benarkah Oknum “Aparat Diduga Terlibat”???

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 00:05 63 Totok Wahyono

Foto Ilustrasi

GRESIK — Ruas Jalan Raya Cerme di Desa Metatu, Kecamatan Benjeng, mendadak berubah menjadi panggung teatrikal kriminalitas yang terorganisasi. Dalam hitungan hari, fasilitas negara berupa kabel bawah tanah milik Telkom diacak-acak oleh sindikat yang bergerak dalam kegelapan malam. Lebih mengejutkan lagi, pusaran kasus ini mulai menyeret nama yang diduga sebagai oknum aparat.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan mengungkapkan bahwa drama pencurian dan vandalisme ini pertama kali pecah pada 7 September 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Memanfaatkan sunyinya malam, para pelaku menyasar aset vital kabel Telkom berukuran masif, 200 milimeter dan 400 milimeter.

Namun, yang membuat publik terhenyak bukanlah sekadar hilangnya kabel, melainkan siapa yang berdiri di balik sekop galian tersebut. Sumber internal media ini membisikkan dua nama yang diduga kuat terlibat seorang warga bernama Bang Black, dan satu nama lain yang memicu atensi khusus Kusno dan hery, yang disebut-sebut sebagai anggota Kodim setempat.

“Kendati demikian, tabir asas praduga tak bersalah tetap harus dijunjung tinggi keterlibatan keduanya masih memerlukan pembuktian hukum yang sahih dari aparat berwenang,” kata narasumber yang tidak mau disebut namanya.

Ketajaman aroma konspirasi ini semakin menyengat ketika hanya berselang empat hari kemudian tepatnya 11 dan 15 September 2026 pukul 22.27 WIB terong bangi, kandangan kecamatan benjeng kabupaten gresik,sebuah lubang galian baru berukuran besar kembali menganga di titik yang sama. Seolah menantang hukum, pelaku seperti tidak memiliki rasa takut untuk kembali “memanen” sisa jarahan di bawah aspal Benjeng.

Aksi nekat ini jelas bukan sekadar tindak pidana pencurian biasa. Ini adalah sabotase fasilitas publik yang merugikan negara dan mengancam hajat hidup orang banyak terkait jaringan komunikasi. Lebih dari itu, lubang-lubang galian liar yang dibiarkan terbuka di pinggir jalan raya tersebut kini menjelma menjadi jebakan maut yang siap merenggut keselamatan warga dan pengguna jalan yang melintas.

Hingga narasi ini diturunkan, keheningan justru datang dari pihak penegak hukum dan instansi terkait. Belum ada satu pun keterangan resmi yang keluar untuk meredam keresahan publik.

Masyarakat Gresik kini menanti dengan cermat: Apakah hukum akan ditegakkan secara transparan tanpa pandang bulu, ataukah galian di Benjeng ini akan terkubur begitu saja bersama misteri orang-orang kuat di belakangnya? Penyelidikan menyeluruh kini menjadi harga mati yang dituntut warga. (GagakRB)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA