10 Tahun Senyap, Jaringan Wartawan JAWARAH Kembali Bangkit

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Sep 2026 15:55 52 Totok Wahyono

SURABAYA — Setelah sepuluh tahun vakum dari dunia jurnalistik, Jaringan Wartawan Rahasia Analisis Hukum (JAWARAH) resmi diaktifkan kembali. Jaringan ini berkomitmen hadir dengan semangat baru untuk mengawal isu-isu hukum dan kepentingan publik secara profesional.

Kebangkitan JAWARAH ditandai dengan kesepakatan para jurnalis untuk membawa empat nilai utama: berani, tegas, terpercaya, dan profesional.

Gus Har, salah satu penggagas kebangkitan JAWARAH, menjelaskan bahwa jaringan ini tidak sekadar menghidupkan kembali sebuah nama. JAWARAH ingin menjadi wadah jurnalisme investigasi yang mendalam dan bertanggung jawab.

“Dunia jurnalistik hari ini membutuhkan keberanian yang dibarengi dengan tanggung jawab. Kami ingin membangun jaringan wartawan yang punya kemampuan menganalisis persoalan hukum, serta profesional dalam menyampaikan informasi,” ujar Gus Har di Surabaya.

Gus Har menekankan bahwa keberanian jurnalis bukan berarti bebas menuduh atau menghakimi sepihak. Sebaliknya, setiap produk jurnalistik harus bersandar pada data, dokumen, verifikasi, dan asas keberimbangan (cover both sides).

Nama “Rahasia” dalam jaringan ini merujuk pada komitmen menjaga kerahasiaan sumber informasi sesuai dengan Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Sementara “Analisis Hukum” menegaskan bahwa JAWARAH akan mengupas tuntas setiap persoalan publik dari sisi regulasi yang berlaku.

“Kami tidak ingin menjadi jaringan yang hanya ramai ketika sebuah persoalan viral. JAWARAH ingin bekerja meneliti fakta sebelum sebuah informasi menjadi kesimpulan di masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari pilar keempat demokrasi, JAWARAH akan menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap pelayanan publik, kebijakan pemerintah, hingga dugaan penyalahgunaan wewenang. Namun, Gus Har menggarisbawahi bahwa kontrol sosial tidak boleh berubah menjadi alat intimidasi atau pemerasan.

“Jika fakta menunjukkan benar, beritakan benar. Jika masih dugaan, sebut sebagai dugaan. Jangan memaksakan berita tanpa verifikasi,” tegasnya.

Untuk menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus hoaks, JAWARAH secara tegas menolak Berita palsu (hoaks) dan manipulasi informasi, Tuduhan tanpa dasar, fitnah, dan pembunuhan karakter, Intimidasi terhadap narasumber, Intervensi terhadap independensi jurnalistik.

Meskipun bergerak untuk kepentingan masyarakat, JAWARAH memastikan akan tetap menjaga jarak yang aman guna mempertahankan objektifitas.

“Wartawan bukan hakim atau aparat penegak hukum. Tugas kami adalah mencari, menguji, dan menyampaikan informasi. Kami tetap menghormati proses hukum dan asas praduga tak bersalah,” tutur Gus Har.

Jaringan ini membuka pintu sinergi dengan akademisi, praktisi hukum, instansi pemerintah, serta aparat penegak hukum, dengan tetap menjaga independensi dari kepentingan politik maupun ekonomi.

Mengusung semboyan “Mengungkap Fakta, Menganalisis Hukum, Mengawal Kebenaran,” JAWARAH kini siap kembali berkontribusi dalam dunia pers nasional dengan keberanian yang bertanggung jawab. (kilat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA