Jagad Tradisi Pesantren, Ratusan Alumni Al-Mubarok Lanbulan Rawat Silaturahmi di Sidoarjo

waktu baca 2 menit
Sabtu, 12 Sep 2026 19:59 26 Totok Wahyono

SIDOARJO — Jamiyah Al-Khoiriyah Konsulat Surabaya-Sidoarjo kembali meneguhkan komitmennya dalam merawat tradisi pesantren dan mempererat tali silaturahmi. Wadah alumni dan simpatisan Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, Sampang, Madura ini sukses menggelar pengajian rutin dua bulanan yang berlangsung khidmat di Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (12/9/2026).

Pertemuan berkala kali ini dipusatkan di kediaman Muhammad Khotib, Jalan Pasar Wisata No. A 4, Perumahan Kenari, Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Majelis Kyai dari Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan, Baturasang, Tambelangan. Kehadiran mereka memberikan penguatan spiritual yang mendalam bagi ratusan jamaah yang memadati lokasi.

Ketua Jamiyah Al-Khoiriyah Alumni dan Simpatisan PP Al-Mubarok Lanbulan, Moh. Amin Badruddin, hadir didampingi Sekretaris Imamuddin. Amin menegaskan bahwa konsistensi dalam menggelar majelis ilmu ini merupakan kunci menjaga kebersamaan antaralumni di perantauan.

“Kegiatan ini harus terus kita pertahankan dan laksanakan secara istiqamah. Ini bukan sekadar sarana menambah wawasan keagamaan, melainkan ruang sakral untuk mempererat silaturahmi antara alumni, simpatisan, para kyai, dan keluarga besar pesantren,” ujar Moh. Amin Badruddin dalam sambutannya.

Menurut Amin, ruang pertemuan berkala ini menjadi jembatan komunikasi yang efektif bagi para alumni yang berdomisili di wilayah Surabaya dan Sidoarjo agar rasa kekeluargaan mereka tidak luntur oleh kesibukan urban.

Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Suasana religius semakin kental saat seluruh jamaah bersama-sama menggemakan Sholawat Nariyah, Sholawat Jailani, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil serta Syarofal Anam. Tradisi ini menjadi ciri khas Jamiyah Al-Khoiriyah dalam menjaga amalan Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah).

Memasuki acara inti, para jamaah diajak mendalami tuntunan syariat melalui kajian kitab Mukhtarul Ahadits An-Nabawiyah. Kajian mendalam tersebut disampaikan oleh KH. A. Ghozali, MF. Dalam paparannya, KH. Ghozali mengupas tuntas pesan-pesan moral dan hukum Islam dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW untuk diimplementasikan dalam kehidupan modern saat ini.

Usai mengkaji kitab, majelis melanjutkan prosesi ibadah dengan pembacaan Ismul A’dzom. Seluruh rangkaian acara keagamaan ini kemudian dipungkasi dengan doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, serta kemudahan rezeki bagi seluruh jamaah.

Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat. Pertemuan ini mencerminkan potret nyata bagaimana alumni pesantren mampu menjaga komitmen spiritual, menghidupkan tradisi sholawat, dan memperkuat literasi keagamaan secara konsisten di tengah masyarakat. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA