SURABAYA — Suasana tegang dan mencekam menyelimuti salah satu pusat perdagangan bersejarah, Pasar Pabean di Jalan Songoyudan, Kelurahan Nyamplungan, Kecamatan Pabean Cantian, Kota Surabaya pada Kamis malam (2/7/2026). Puluhan pedagang bersama warga setempat spontan berkumpul dan bersiaga di kawasan pasar sejak pukul 17.30 WIB hingga larut malam.Aksi kumpul massa berskala besar ini bukan dipicu oleh meningkatnya aktivitas jual beli.
Para pedagang hadir untuk menuntut kejelasan dan menyatakan sikap tegas menolak rencana penertiban lapak yang dinilai sepihak. Kebijakan ini dianggap mengancam keberlangsungan mata pencaharian mereka.
Eskalasi Massa dan Situasi di Lokasi
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, situasi sempat memanas akibat minimnya informasi dan sosialisasi resmi dari pihak berwenang terkait rencana penertiban tersebut. Hal ini memicu keresahan di kalangan pedagang yang menggantungkan nasib ekonominya dari lapak di pasar tersebut.
Detail situasi di lapangan yang berhasil dihimpun meliputi Pemicu Utama
Adanya isu dan rencana penertiban lapak yang bergulir di kalangan pedagang tanpa diawali dengan dialog dua arah yang transparan.
Kondisi Lapangan
Puluhan pedagang secara spontan meninggalkan aktivitas dagang mereka untuk berjaga-jaga sekaligus mengamankan area tempat mereka mencari nafkah.
Atmosfer Massa
Suasana menjadi tegang karena para pedagang menuntut kejelasan dari pengelola pasar dan instansi terkait mengenai prosedur penertiban.
Tuntutan Tegas Paguyuban Pedagang
Menyikapi situasi yang tidak menentu tersebut, massa pedagang dan warga setempat merumuskan sejumlah tuntutan konkret yang ditujukan kepada Pemerintah Kota Surabaya dan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Surya.
Berikut adalah poin-poin tuntutan mereka:Menolak Penggusuran Sepihak
Pedagang mendesak pemerintah kota dan pengelola pasar untuk menghentikan segala bentuk tindakan penertiban yang bersifat represif dan sepihak di lapangan.
Dialog Terbuka (Audiensi)
Massa menuntut diadakannya dialog terbuka atau audiensi langsung dengan dinas terkait dan pengelola pasar sebelum kebijakan apa pun diterapkan. Mereka membutuhkan payung hukum dan kepastian nasib.
Solusi Relokasi yang Layak
Warga menegaskan bahwa lapak di Pasar Pabean merupakan satu-satunya sumber penghidupan utama bagi keluarga mereka. Oleh karena itu, jika penertiban mendesak dilakukan, mereka menuntut adanya solusi tempat relokasi yang layak, strategis, dan tidak mematikan usaha mereka.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan pedagang berharap Pemerintah Kota Surabaya dapat mengambil langkah persuasif dan mendengarkan aspirasi akar rumput demi menjaga stabilitas ekonomi warga setempat. Situasi di area pasar mulai berangsur kondusif menjelang tengah malam, namun pedagang tetap bersiaga memantau perkembangan situasi selanjutnya. (tok)
Tidak ada komentar