Gebrakan Kades Baru Sugihwaras Sidoarjo, Targetkan Mandiri Finansial dan Hapus Sekat Politik

waktu baca 3 menit
Selasa, 30 Jun 2026 06:24 43 Totok Wahyono

SIDOARJO – Pendopo Balai Desa Sugihwaras, Kecamatan Candi, menjadi saksi bisu sebuah babak baru sejarah lokal pada Senin, 29 Juni 2026. Bukan sekadar seremoni birokrasi biasa, acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari Penjabat (Pj) Kepala Desa, Asmunif, kepada Kepala Desa definitif terpilih, Sutiyono, bertransformasi menjadi panggung rekonsiliasi total dan peletakan batu pertama menuju kemandirian ekonomi desa selama delapan tahun ke depan.

Suasana pendopo tampak padat dan berenergi. Riuh rendah obrolan hangat mencerminkan bersatunya seluruh elemen desa. Acara kenegaraan tingkat desa ini dihadiri oleh jajaran Bhabinkamtibmas, Babinsa Kecamatan Candi, seluruh perangkat desa Sugihwaras, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RT, ketua RW, penggerak PKK, pemuda Karang Taruna, hingga ratusan warga yang ingin menyaksikan langsung pergantian tongkat estafet kepemimpinan tersebut.

Jejak 50 Hari yang Berkesan

Dalam pidato pamitannya, Pj Kepala Desa Sugihwaras, Asmunif, menyampaikan untaian kata penuh kerendahan hati. Meski masa baktinya tergolong sangat singkat—hanya berkisar 50 hari—Asmunif menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi luar biasa dari seluruh lembaga desa dan lapisan masyarakat.

“Waktu 50 hari tentu belum cukup bagi saya untuk memberikan kontribusi yang maksimal dan banyak bagi desa ini. Namun, kerja sama yang terjalin selama ini sungguh luar biasa,” ujar Asmunif di hadapan forum.

Ia juga menyisipkan doa dan harapan besar bagi suksesornya. “Saya ucapkan selamat bertugas kepada Bapak Sutiyono sebagai Kepala Desa yang baru. Semoga amanah, dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, membawa Desa Sugihwaras melompat lebih maju, serta membuat masyarakatnya jauh lebih sejahtera,” tambahnya.

Sebelum turun mimbar, Asmunif memberikan pesan pamungkas yang menyentuh aspek sosial kelokalan. Beliau meminta warga untuk mempertahankan modal sosial terbesar Sugihwaras, yakni keamanan dan kerukunan. “Desa Sugihwaras ini terkenal dengan kondusivitas jalurnya. Saya berpesan, tolong jaga terus situasi keamanan ini dan selalu jalin komunikasi yang sehat antarwarga,” tegasnya.

Visi 8 Tahun Keadilan Wilayah dan Genjot PADes

Suasana berubah khidmat dan optimis saat Kepala Desa terpilih, Sutiyono, naik ke podium untuk memberikan sambutan pertamanya sebagai pemimpin formal Sugihwaras.

Kalimat pembukanya langsung menyasar pada rasa terima kasih yang mendalam kepada warga yang telah memberikan mandat politik kepadanya.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh warga Sugihwaras yang telah mengantarkan dan memercayakan amanah besar ini ke pundak saya,” tutur Sutiyono.

Berbeda dengan pidato pelantikan pada umumnya yang normatif, Sutiyono langsung menggebrak dengan target konkret jangka panjang. Menyadari masa jabatannya yang membentang selama 8 tahun ke depan, ia menantang seluruh komponen desa untuk bergerak cepat dan bersinergi merealisasikan visi-misinya, terutama dalam hal kemandirian finansial desa.

Fokus utamanya adalah mendongkrak Pendapatan Asli Desa (PADes) secara signifikan agar Sugihwaras tidak melulu bergantung pada dana transfer pemerintah pusat atau daerah.

Menghapus Sekat Politik Pasca-Pilkades

Nakhoda baru Sugihwaras ini juga menunjukkan kematangan politiknya dengan menyerukan pesan persatuan yang sangat kuat. Sutiyono secara terbuka menegaskan bahwa kontestasi politik telah usai, dan kini saatnya membangun tanpa ada diskriminasi wilayah berdasarkan peta perolehan suara masa lalu.

“Saya tegaskan di sini, saya tidak akan membeda-bedakan masing-masing pedukuhan, meskipun jumlah suara dukungan terhadap saya kemarin berbeda-beda di tiap dusun. Inilah wujud keadilan pembangunan yang akan saya laksanakan. Semua wilayah adalah anak kandung Desa Sugihwaras yang berhak maju bersama,” pungkas Sutiyono disambut tepuk tangan riuh dari para hadirin.

Dari pantauan awak media, Acara sertijab ditutup dengan penandatanganan berita acara penyerahan jabatan, foto bersama, serta jabat tangan hangat dari masyarakat yang mengular di pendopo. Momen ini menandai berakhirnya masa transisi 50 hari di bawah Pj Asmunif, sekaligus dimulainya era baru pembangunan berkeadilan dan mandiri di bawah komando Sutiyono. (SG)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA