Membangun Jiwa di Sepertiga Malam, Ketika Terbangun Adalah Panggilan Rindu Ilahi

waktu baca 2 menit
Jumat, 11 Sep 2026 19:29 33 Totok Wahyono

Penulis : H. Abd Malik. S

SENTUHAN KHOLBU – Terbangun di tengah malam sering kali dianggap sebagai gangguan tidur biasa. Namun, bagi seorang muslim, momen terbangun di keheningan malam membawa pesan spiritual yang mendalam. Hal ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah bentuk undangan khusus dari Sang Pencipta.

Sebuah kutipan bijak islami mengingatkan kita: “Ketika kamu dibangunkan tengah malam, tanda Allah rindu tahajudmu.” Kalimat menyentuh ini mengajak setiap insan untuk melihat waktu malam dari sudut pandang iman. Saat suasana sepi dan dunia tertidur, di sanalah kesempatan terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Salat Tahajud adalah ibadah sunah yang sangat istimewa. Ibadah ini menjadi sarana komunikasi paling intim antara hamba dan Penciptanya. Ketika seseorang digerakkan untuk bangun, itu adalah tanda bahwa Allah sedang memberikan kesempatan emas agar hamba-Nya datang mengadu, berdoa, dan memohon ampunan.

Menanggapi fenomena spiritual ini, para tokoh agama senantiasa mengajak umat untuk tidak menyia-nyiakan momen terbangun di malam hari. Alih-alih kembali melanjutkannya dengan tidur atau sekadar bermain ponsel, umat muslim diimbau untuk segera mengambil air wudu dan menggelar sajadah. Hubungan batin yang kuat dengan Allah yang dibangun di sepertiga malam dipercaya mampu memberikan ketenangan jiwa, kejernihan pikiran, dan kelancaran dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari.

Mari kita jadikan setiap momen terbangun di tengah malam sebagai langkah awal untuk menjemput rida dan kasih sayang-Nya melalui salat Tahajud. (red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA