SURABAYA — Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan modus pelecehan seksual yang disebut-sebut dilakukan dengan kedok pembuatan konten video di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya.
Informasi mengenai dugaan aksi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah perempuan yang mengaku menjadi korban mulai menceritakan pengalaman mereka setelah diajak membuat konten oleh sekelompok pembuat konten.
Modusnya Seperti Apa???
Berdasarkan keterangan yang beredar dari sejumlah korban, pelaku diduga menggunakan pendekatan yang terlihat ramah untuk menarik perhatian perempuan yang sedang melintas.
1. Menargetkan pejalan kaki
Perempuan yang berjalan sendirian maupun bersama temannya disebut menjadi sasaran untuk diajak berinteraksi di depan kamera.
2. Mengajak membuat konten singkat
Korban terlebih dahulu diajak melakukan interaksi sederhana dengan alasan membuat video hiburan atau konten singkat.
3. Menggunakan boneka sebagai bagian dari gimmick
Dalam beberapa keterangan korban, terdapat penggunaan boneka sebagai bagian dari adegan. Korban kemudian diarahkan melakukan kontak tertentu dengan boneka tersebut.
Bagian tertentu pada boneka itu diduga telah dimodifikasi sehingga bentuknya menyerupai alat kelamin pria. Dugaan inilah yang kemudian memicu kecaman karena korban disebut tidak mengetahui atau tidak menyadari bentuk sebenarnya dari properti yang digunakan dalam konten tersebut.
Sejumlah Korban Mulai Bersuara
Dugaan kasus ini semakin menjadi perhatian setelah sejumlah akun di media sosial, termasuk Threads, membagikan pengalaman yang disebut dialami oleh korban berinisial ASN dan CR.
Setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan, sejumlah akun media sosial yang diduga berkaitan dengan pembuat konten tersebut disebut berubah menjadi privat. Beberapa konten yang sebelumnya beredar juga dikabarkan telah dihapus dari platform.
Namun, informasi mengenai identitas pelaku, jumlah korban, serta rangkaian kejadian tersebut masih perlu diverifikasi melalui keterangan resmi aparat penegak hukum.
Polisi Disebut Melakukan Penyelidikan
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa dugaan kasus tersebut tengah menjadi perhatian Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya.
Apabila benar terdapat unsur pelecehan seksual atau tindakan lain yang merugikan korban, proses hukum tentunya perlu dilakukan berdasarkan bukti, keterangan korban, saksi, serta hasil penyelidikan kepolisian.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan tindakan main hakim sendiri maupun menyebarkan identitas pribadi orang yang baru sebatas dituduh terlibat.
Waspada Saat Diajak Membuat Konten
Bagi warga yang beraktivitas di kawasan Jalan Tunjungan maupun ruang publik lainnya, jangan ragu menolak apabila merasa tidak nyaman ketika dihampiri orang yang mengaku sebagai pembuat konten.
Jika menemukan aktivitas yang mencurigakan atau merasa menjadi korban, segera menjauh dari lokasi dan meminta bantuan petugas keamanan, Satpol PP, atau kepolisian.
Ruang publik harus menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Jangan sampai alasan “cuma konten” digunakan untuk membuat orang lain merasa dipermalukan, dilecehkan, atau dirugikan.
Tetap waspada, Rek! Dan jangan mudah percaya dengan ajakan membuat konten dari orang yang tidak dikenal. (tofa)
Tidak ada komentar