Babak Baru KNPI Kota Malang, Menanti Kerja Nyata Kepengurusan Akhmad Fakhrurrozi

waktu baca 4 menit
Minggu, 25 Okt 2026 01:13 11 Totok Wahyono

MALANG — Dinamika kepemimpinan pemuda di Kota Malang memasuki babak baru. Akhmad Fakhrurrozi Wibowo, S.M., resmi menakhodai Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Malang masa bakti 2026–2029. Terpilihnya figur yang sebelumnya tidak banyak disebut dalam bursa kandidat tersebut menjadi perhatian di tengah harapan agar KNPI kembali menunjukkan peran strategisnya bagi pemuda dan masyarakat.

Penyerahan surat keputusan (SK) kepengurusan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, di Kafe 11.12, Kota Malang. SK diserahkan oleh Ketua KNPI Jawa Timur, Kadrian Hi Muhlis, S.AP.

Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, penetapan Akhmad berlangsung melalui mekanisme aklamasi di tengah dinamika sejumlah kandidat dan kader yang mengikuti proses pemilihan kepemimpinan. Mekanisme serta rincian keputusan tersebut perlu merujuk pada dokumen resmi organisasi untuk memastikan keakuratan pemberitaan.

 

Kepemimpinan Baru, Ekspektasi Besar

Akhmad Fakhrurrozi Wibowo disebut memiliki pengalaman organisatoris sebagai ketua pelaksana olimpiade pendidikan tingkat nasional di bawah Yayasan Intan Mutia, termasuk ajang KMSI dan JSO. Adapun klaim mengenai pengakuan ajang tersebut oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) perlu dikonfirmasi melalui sumber resmi.

Pengalaman itu dapat menjadi bekal dalam menjalankan organisasi. Namun, kepemimpinan KNPI memiliki tantangan tersendiri karena melibatkan berbagai organisasi kepemudaan (OKP), perbedaan pandangan, serta kebutuhan kader yang beragam.

Ketua baru tidak cukup hanya mampu menjalankan agenda organisasi. Ia juga dituntut membangun konsolidasi internal, merumuskan visi-misi yang jelas, menjaga keterbukaan, dan memastikan setiap program memiliki sasaran serta manfaat yang terukur.

Persoalan mendasarnya adalah bagaimana KNPI Kota Malang mampu membuktikan relevansi organisasi di tengah tantangan pemuda, mulai dari keterbatasan lapangan kerja, pengembangan keterampilan, kewirausahaan, hingga partisipasi generasi muda dalam pembangunan daerah.

 

Busamat : KNPI Harus Hadir dengan Kerja Nyata

Busamat, yang mengaku pernah mempelajari sebagian dinamika organisasi KNPI, menyampaikan harapan agar kepengurusan baru tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan dan struktur semata.

Menurutnya, KNPI harus mampu menjalankan fungsi sebagai ruang konsolidasi pemuda sekaligus mitra kritis pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan generasi muda.

“KNPI harus memiliki arah yang jelas dan program yang bisa dirasakan manfaatnya. Jangan sampai organisasi hanya terlihat aktif ketika ada kegiatan seremonial, tetapi tidak memiliki gerakan berkelanjutan. Saya berharap kepengurusan baru mampu membangun sinergi dengan Pemerintah Kota Malang dan benar-benar hadir untuk masyarakat,” ujar Busamat.

Ia mengingatkan agar KNPI tidak terjebak dalam kondisi yang ia gambarkan sebagai organisasi yang “hidup tak segan, mati tak mau”.

Pernyataan tersebut menjadi kritik sekaligus tantangan bagi kepengurusan periode 2026–2029. Organisasi kepemudaan, menurut harapan Busamat, harus mampu menunjukkan aktivitas yang konsisten, keterlibatan kader, serta kontribusi yang dapat dievaluasi secara terbuka.

Sinergi dengan Pemerintah Kota Malang juga perlu dibangun secara proporsional. KNPI dapat mendukung program pembangunan yang berpihak pada kepentingan pemuda, tetapi tetap perlu menjaga independensi dalam menyampaikan aspirasi dan memberikan kritik konstruktif terhadap kebijakan yang dinilai belum menjawab kebutuhan generasi muda.

 

Yasin : Kedudukan Harus Diikuti Tanggung Jawab

Ucapan selamat dan harapan juga disampaikan Yasin, yang berasal dari Kabupaten Malang. Ia berharap Akhmad mampu beradaptasi dengan dinamika organisasi dan membawa KNPI Kota Malang menjadi lebih aktif.

Namun, Yasin mengingatkan bahwa jabatan bukanlah tujuan akhir dalam berorganisasi.

“Selamat dan sukses atas amanah yang diberikan. Jangan bangga hanya karena kedudukan, sebab kepemimpinan akan diuji oleh karakter, langkah, perbedaan pandangan, dan berbagai rintangan organisasi. Saya yakin ketua yang baru bisa beradaptasi dan membangun KNPI agar kembali hidup,” tutur Yasin.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan membutuhkan kemampuan merangkul berbagai pihak, menyelesaikan persoalan internal secara dewasa, dan menjaga komunikasi dengan seluruh elemen organisasi.

Kepercayaan kader tidak dapat dibangun hanya melalui jabatan formal. Kepercayaan tumbuh ketika pemimpin bersedia mendengar, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, serta memberikan ruang partisipasi yang adil.

 

Visi-Misi dan Program Kerja Menjadi Tolok Ukur

Kepengurusan baru DPD KNPI Kota Malang kini menghadapi tantangan untuk menerjemahkan amanah organisasi ke dalam program konkret. Penyusunan visi-misi, konsolidasi OKP, penguatan kepengurusan tingkat kecamatan, serta agenda pemberdayaan pemuda perlu menjadi prioritas yang terarah.

Publik juga patut menantikan bagaimana kepengurusan baru menyusun indikator keberhasilan, melaksanakan program secara berkelanjutan, dan mempertanggungjawabkan hasilnya kepada kader maupun masyarakat.

KNPI harus mampu menjadi wadah yang membuka kesempatan bagi pemuda untuk berkembang, bukan sekadar tempat menghimpun jabatan. Organisasi ini juga perlu menghadirkan gagasan yang relevan dengan persoalan nyata di Kota Malang.

Akhmad Fakhrurrozi Wibowo kini memiliki kesempatan untuk membuktikan kapasitas kepemimpinannya. Tantangan terbesarnya bukan hanya menjaga soliditas organisasi, melainkan memastikan bahwa keberadaan KNPI benar-benar memberikan nilai tambah bagi pemuda dan pembangunan daerah.

Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan tidak ditentukan oleh seremoni penyerahan SK, melainkan oleh konsistensi kerja, integritas, dan manfaat yang dihasilkan.

Kepengurusan KNPI Kota Malang periode 2026–2029 kini berada di bawah sorotan harapan publik. Mampukah organisasi ini memperkuat konsolidasi, membangun sinergi dengan pemerintah, dan menghadirkan perubahan yang nyata? Jawabannya akan terlihat dari program serta kinerja yang dijalankan ke depan. (kilat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA