Aktivis LKHPI Laporkan “Pokmas Sri Rejeki” ke Kejari, Terkait “Penggelapan Batuan 10 Ekor Sapi”!!!

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Mei 2026 16:50 19 Totok Wahyono

KJN NGANJUK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nganjuk menerima laporan hilangnya bantuan sapi, diduga akibat digelapkan kelompok masyarakat (pokmas). Padahal sapi itu merupakan bantuan dari Provinsi Jawa Timur.

Pokmas yang dilaporkan ke Kejari Nganjuk yakni Pokmas Sri Rejeki, Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret. Dugaan tindak pidana korupsi bantuan sapi dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur itu dilaporkan Lembaga Kajian Hukum dan Perburuhan Indonesia (LKHPI).

Aktivis LKHPI, Hamid Efendi membuat laporan ke Kejari Nganjuk pada Selasa (5/5/2026) siang. Dalam laporannya, dia mengklaim menemukan kejanggalan pada bantuan hibah Tahun 2024.

Menurutnya, saat itu Pokmas Sri Rejeki menerima bantuan 10 ekor sapi. Namun kini, seluruh sapi bantuan tersebut raib tanpa jejak, diduga digelapkan.

“Sudah dua tahun ini bantuan sapi itu tidak ada wujudnya. Tidak ada satu pun yang tersisa di pokmas,” ujar Hamid usai melapor.

Ia menduga kuat sapi-sapi tersebut telah dijual. Tidak hanya itu, laporan juga menyeret oknum perangkat desa yang diduga ikut terlibat dalam transaksi jual beli hewan bantuan tersebut.

Hamid meminta agar kejaksaan segera bertindak tegas dan mengusut tuntas dugaan penyelewengan tersebut.

“Kami berharap ada langkah hukum yang jelas. Jangan sampai bantuan untuk masyarakat justru disalahgunakan,” imbuhnya.

Menurut Hamid, praktik bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merugikan masyarakat kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat.

Terpisah, Kasi Intelijen Kejari Nganjuk, Koko Roby Yahya membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya memastikan akan segera menindaklanjuti

“Laporan sudah kami terima. Kita akan telaah dan dalami kebenaran peristiwa tersebut. Jika benar ada bantuan hibah ternak yang diduga hilang, kita akan telusuri. Leading sector-nya siapa, yang bertanggungjawab siapa, jumlahnya berapa dan nilainya berapa,” tegas Koko.

Sementara pengurus pokmas maupun Kepala Desa Jatirejo belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini ditulis. (kilat)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA